Saudara Kembar

Cerita dari Admin

Jangan protes ya… ini sih supaya formatnya sama dengan format cerita yang lain…

Dear pembaca yang budiman… memperhatikan perkembangan antusiasme para pembaca blog ini, ada pemikiran untuk mengembangkan blog ini, misalnya menjadi semacam komunitas yang memungkinkan sesama pembaca bisa lebih berinteraksi, pokoknya ide-ide yang bisa membuat cerita rakyat lebih menarik…

Untuk itu, kelihatannya dibutuhkan fasilitas yang tidak sekedar blog supaya fitur-fiturnya bisa lebih bervariasi. Untuk itu, admin sudah menyiapkan saudara kembar blog ini, yaitu http://www.ceritarakyatindonesia.com yang isinya bisa dikatakan sama persis dengan isi dari blog ini….

Blog ini sendiri tetap akan disimpan seperti adanya ini, tidak akan dihilangkan. Hanya saja, ke depannya, penulis akan menyajikan tulisan-tulisan cerita rakyat ini di web tersebut.

Untuk itu, silakan jangan ragu untuk berkunjung ke http://www.ceritarakyatindonesia.com ya… Dan jangan ragu seandainya ada ide yang bisa kita kembangkan bersama, untu kemajuan khazanah budaya kita….

(sssstt… jangan sampai keburu ada yang mengklaim lho, he he…)

Salam…

Iklan

Cerita Rakyat Indonesia on iPad

Dear all penggemar Cerita Rakyat Indonesia…

Kemarin sy berrencana mengganti theme halaman ini… pas saya periksa, rupanya ada bagian bertulis ‘iPad’… Setelah saya periksa lagi, rupanya si pembuat theme ini membuat versi iPad, sehingga kalau anda buka halaman Cerita Rakyat Indonesia dari iPad anda, akan terlihat sedikit berbeda dan lebih menarik…

Selamat menikmati…

ps: saya sudah coba lihat di iPad, tampilannya sedikit berbeda, terlihat lebih menarik…

Lutung Kasarung

Alkisah, Prabu Tapa Agung memutuskan untuk lengser keprabon. Dari 7 puteri yang dimilikinya, beliau menunjuk putri Purbasari, putri bungsunya sebagai penerus tahta. Keputusan ini menimbulkan polemik di kerajaan karena dianggap tidak sesuai dengan tradisi. Mestinya tampuk kekuasaan jatuh pada si sulung. Sang prabu punya alasan sendiri. Si bungsu dianggap lebih berluhur budi. Menurut beliau, hanya dengan keluhuran budi seorang pemimpin dapat memerintah dengan adil.

Sepeninggal sang raja. Diam-diam si sulung, putri Purbararang, meminta bantuan seorang sakti guna mendatangkan bala. Purbasari tiba-tiba terjangkit penyakit kulit. Desas-desus ditiupkan oleh Purbararang, bala ini adalah buah kutukan dewata akibat ayahanda telah menyalahi tradisi. Demi menutup aib kerajaan, si bungsu diungsikan ke hutan.

Sementara itu, di kahyangan, seorang pangeran Guruminda sedang di wasiati sunan ambu, ibunya, agar segera mencari pendamping hidup. Di kahyangan banyak sekali putri yang cantik-cantik. Para pohaci. Namun tidak ada satupun yang menarik hatinya. Maka, sang bunda menitahkan ia untuk pergi ke buana panca tengah, tempat manusia bermukim. Mungkin di sanalah engkau akan menemukan cinta sejatimu, sabda sang bunda.

Tapi bagaimana ananda bisa tahu bahwa gadis yang hamba suka adalah cinta sejati. Sang bunda berhening-cipta sejenak, dan memutuskan mengubah pangeran dalam wujud seekor lutung. Sang bunda berkata, bila gadis itu adalah cinta sejatimu, kelak melalui gadis itulah kau dapat menjelma dalam wujud aslimu. Pangeran Guruminda. Baca lebih lanjut

Kancil Pencuri Ketimun


Siang itu panas sekali. Matahari bersinar garang. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang. Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. “Tolong! Tolong! ” terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Lalu terdengar suara derap kaki binatang yang sedang berlari-lari. “Ada apa, sih?” kata Kancil. Matanya berkejap-kejap, terasa berat untuk dibuka karena masih mengantuk. Di kejauhan tampak segerombolan binatang berlari-lari menuju ke arahnya. “Kebakaran! Kebakaran! ” teriak Kambing. ” Ayo lari, Cil! Ada kebakaran di hutan! ” Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. Kancil ketakutan melihatnya. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya. Baca lebih lanjut

Asal Mula (Kab.) Kuningan

Pertama kali diketahui Kerajaan Kuningan diperintah oleh seorang raja bernama Sang Pandawa atau Sang Wiragati. Raja ini memerintah sejaman dengan masa pemerintahan Sang Wretikandayun di Galuh (612-702 M). Sang Pandawa mempunyai putera wanita bernama Sangkari. Tahun 617 Sangkari menikah dengan Demunawan, putra Danghyang Guru Sempakwaja, seorang resiguru di Galunggung. Sangiyang Sempakwaja adalah putera tertua Wretikandayun, raja pertama Galuh. Demunawan inilah yang disebutkan dalam tradisi lisan masyarakat Kuningan memiliki ajian dangiang kuning dan menganut agama sanghiyang. Baca lebih lanjut