Saudara Kembar

Cerita dari Admin

Jangan protes ya… ini sih supaya formatnya sama dengan format cerita yang lain…

Dear pembaca yang budiman… memperhatikan perkembangan antusiasme para pembaca blog ini, ada pemikiran untuk mengembangkan blog ini, misalnya menjadi semacam komunitas yang memungkinkan sesama pembaca bisa lebih berinteraksi, pokoknya ide-ide yang bisa membuat cerita rakyat lebih menarik…

Untuk itu, kelihatannya dibutuhkan fasilitas yang tidak sekedar blog supaya fitur-fiturnya bisa lebih bervariasi. Untuk itu, admin sudah menyiapkan saudara kembar blog ini, yaitu http://www.ceritarakyatindonesia.com yang isinya bisa dikatakan sama persis dengan isi dari blog ini….

Blog ini sendiri tetap akan disimpan seperti adanya ini, tidak akan dihilangkan. Hanya saja, ke depannya, penulis akan menyajikan tulisan-tulisan cerita rakyat ini di web tersebut.

Untuk itu, silakan jangan ragu untuk berkunjung ke http://www.ceritarakyatindonesia.com ya… Dan jangan ragu seandainya ada ide yang bisa kita kembangkan bersama, untu kemajuan khazanah budaya kita….

(sssstt… jangan sampai keburu ada yang mengklaim lho, he he…)

Salam…

Iklan

Cerita Rakyat Indonesia on iPad

Dear all penggemar Cerita Rakyat Indonesia…

Kemarin sy berrencana mengganti theme halaman ini… pas saya periksa, rupanya ada bagian bertulis ‘iPad’… Setelah saya periksa lagi, rupanya si pembuat theme ini membuat versi iPad, sehingga kalau anda buka halaman Cerita Rakyat Indonesia dari iPad anda, akan terlihat sedikit berbeda dan lebih menarik…

Selamat menikmati…

ps: saya sudah coba lihat di iPad, tampilannya sedikit berbeda, terlihat lebih menarik…

Asal Mula Kota Cianjur

Cerita dari Tanah Pasundan, Jawa Barat

Konon, di suatu daerah di Jawa Barat, sekitar daerah Cianjur, hiduplah seorang lelaki yang kaya raya. Kekayaannya meliputi seluruh sawah dan ladang yang ada di desanya. Penduduk hanya menjadi buruh tani yang menggarap sawah dan ladang lelaki kaya tersebut. Sayang, dengan kekayaannya, lelaki tersebut menjadi orang yang sangat susah menolong, tidak mau memberi barang sedikitpun, sehingga warga sekelilingnya memanggilnya dengan sebutan Pak Kikir. Sedemikian kikirnya, bahkan terhadap anak lelakinya sekalipun.

Di luar sepengetahuan ayahnya, anak Pak Kikir yang berperangai baik hati sering menolong orang yang membutuhkan Baca lebih lanjut